Archive for the ‘ Inspiration ’ Category

The Witness of Life

Seorang pria paruh baya dalam gambar itu tampak mengarahkan senapan pada warga yang mencoba mencuri  makanan di tengah reruntuhan puing-puing bangunan yang telah hancur. “Tension rise with death toll” sebuah tulisan  yang menjadi headline title terpangpang jelas dalam Koran The Jakarta Post yang mendarat sempurna di depan rumahku pagi itu. Sang pencuri yang entah dapat dikategorikan sebagai seorang pelaku kejahatan atau tidak dalam kondisi negara yang tengah dilanda bencana itu terlihat begitu pucat ditengah-tengah kerumunan warga yang putus asa. Bencana di Haiti yang disebut-sebut sebagai becana terburuk dalam sejarah United Nation ini memang menelan korban hingga nyaris menghabiskan 1/90 jiwa dari kesuluruhan jumlah penduduk Haiti. Meski hanya terjadi dalam beberapa detik namun gempa yang menimpa negara itu menyisakan trauma yang sangat mendalam bagi warganya. Mereka merupakan saksi hidup yang hingga kini harus berjuang untuk tetap meneruskan asa yang tersisa. Sebuah pengalaman pahit dimana keputusan akhir terletak dalam genggaman mereka saat ini. Stuck in pain or Continue Living with a new hope. Sadness.

Continue reading

Advertisements

They Call Her, Anita Borg…

19 Januari 2010

Jarum panjang yang menunjukkan detik itu terus berputar. Meski suasana dalam ruangan itu cukup ramai namun detakan jam di dinding putih itu masih sayup-sayup terdengar di telingaku. Sudah hampir 3 jam dan jari-jari tanganku hampir terasa kaku akibat lama menunggu. Untunglah sebuah modem putih yang tidak pernah luput dari tas putih yang kini telah lusuh itu selalu siap membawaku tenggelam dalam dunia maya. Untuk hal yang satu ini aku memang mengakui bahwa teknologi berperan besar dalam menghilangkan rasa jenuh.

Aku duduk di sudut ruangan besar yang hanya terpisahkan oleh sebuah sekat lemari kecil. Laptop hitam yang telah menemaniku selama hampir 4 tahun itu tampak menyala dan beberapa detik kemudian seperti biasa jari-jariku sudah sibuk menekan-nekan benda yang orang bilang mirip seperti tikus  terbalik itu ^^. Seperti sebuah ritual yang hampir setiap hari kujalani, YM – Facebook -Goggle –Mutiply adalah rute wajib yang selalu terlalui. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali ini aku banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari link beasiswa dari Goggle Search yang dibuka untuk periode 2010/2011. Ini sudah hampir halaman ke 20 dan belum ada situs yang menarik perhatianku hingga akhirnya aku terhenti pada sebuah halaman berjudul “The 2010 Goggle Anita Borg Memorial Scholarship…

Anita Borg??? I’ve heard that name before…Let me guess, 7 ,14  days ago,,,”Oh I know her! I’ve read about her in magazine 2 weeks ago..”

Continue reading

Kakakku dan Teori Relativitas Fisikanya

Masih teringat jelas dalam benakku saat itu, 8 tahun silam, seperti biasa aku pulang dengan mengenakan seragam putih biru dengan tas ransel berisi tumpukan buku-buku tebal, aku memang rajin membawa referensi buku-buku sebagai pelengkap buku pelajaran ke sekolah sejak kecil. Hanya rajin membawa tepatnya, namun sering lupa untuk membacanya 🙂 hehe. Sore itu seperti biasa Ibu mempersiapkan makan malam dan menunggu ayah dan kakak pulang. Karena kakak duduk di bangku SMA, tidak heran jika ia sering pulang lebih larut dariku.

Menjelang matahari terbenam, sesosok remaja dengan ransel hitam dan kacamata tebal tampak melangkah menuju depan rumahku. Ya, kakak pulang. Seperti biasa seragam putih abu-abunya selalu tampak lusuh. Kami tidak pernah menanyakan kenapa bajunya selalu kotor dengan tanah. Tentu saja sebab kami sekeluarga tahu bahwa kakak selalu menyempatkan waktu untuk bermain bola setiap pulang sekolah. Setiap sepatu baru yang mama belikan tidak pernah bertahan lebih dari 1 bulan akibat kegemaran bolanya itu. Dengan kacamata tebal yang menjadi ciri khasnya , ia melangkah masuk dan memberi salam seraya berkata “Ibu, alhamdulillah makalah kakak menang…” Kami  bergegas menghampiri. “Alhamdulillah ya ka, ayo duduk dulu dan cerita ke ayah dan ibu“. Aku hanya terheran-heran tidak paham. Rupanya kakak mengikuti lomba menulis karya ilmiah yang diselenggarakan di sekolahnya. Aku mengambil tumbukan kertas yang ia letakkan di meja. Sebuah judul berukuran 14 dengan Font Arial terlihat menghiasi tulisan itu “Teori Relativitas Dalam Al Quran”. Rupanya ini karya yang membawa kakak memenangkan lomba ilmiah itu.

Continue reading

Advertisements