Tanya-jawab Seputar Pengalaman Mengikuti Ujian IELTS

flagsWaktu kami mengikuti acara rutin kumpul keluarga Indonesia  di Canberra, kami berkenalan dengan seorang kawan dari Indonesia yang sedang mengikuti pelatihan selama 3 bulan di kota ini.  Kebetulan sepulang dari Canberra kawan kami berkeinginan untuk melanjutkan studi di Australia dan bertanya  seputar ujian IELTS dan lembaga penyelenggara IELTS di Indonesia. Berikut saya lampirkan beberapa tanya-jawab seputar  pengalaman saya mengikuti IELTS yang beliau tanyakan  (dengan beberapa perubahan dan tambahan). Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan informasi serupa.

Oh ya, mohon maaf jika terdapat kesalahan  informasi pada jawaban yang saya berikan. Pertama,  saya  bukan orang yang terkait dengan salah satu lembaga penyelenggara IELTS :). Kedua, saya mengikuti IELTS 2.5  tahun silam sehingga sistem IELTS yang ada di Indonesia saat ini  mungkin sudah berubah.  Meski demikian, semoga hal ini tidak menjadi halangan untuk tetap berbagi pengalaman.

Untuk lebih lengkap dan jelasnya silakan kunjungi situs penyelenggara IELTS resmi seperti IALF atau IDP, ya :)!

Info untuk IALF :http://www.ialf.edu/
Info untuk IDP   :http://www.indonesia.idp.com/default.aspx

1. Minta saran. Di dunia ini kan rata-rata yang dipakai IELTS ama TOEFL. Kalau saya mengincar Eropa, Asia, dan Australia, apakah tetap IELTS yang terbaik?

Sebagian besar universitas yang  berstandar international mengakui baik TOEFL maupun IELTS . Khusus untuk TOEFL,  biasanya hanya TOEFL international yang diakui oleh kampus-kampus international. Beberapa lembaga pemberi beasiswa seperti Australian Development Scholarship (ADS)  mengakui TOEFL ITP (TOEFL Institusi), tapi pihak universitas yang berbasis  international umumnya tidak. Untuk itu penting melihat test bahasa inggris mana saja yang  terakreditasi dan diakui universitas yang dituju.

Sebagai contoh, untuk kampus di UNSW persyaratan bahasa Inggris yang  diakui dapat dilihat pada link berikut:

http://www.unsw.edu.au/english-requirements-policy.

Nah, antara TOEFL atau IELTS yang akan dipilih ini tergantung. Pertama Mas lebih familiar yang mana. Biasanya rata-rata orang Indonesia (seperti halnya saya dulu) lebih familiar dengan bentuk ujian TOEFL. Sehingga saran saya kalau memang Mas lebih familiar dengan TOEFL bisa coba TOEFL ITP dulu untuk melihat skor nilai awal.

TOEFL ITP bisa dilakukan di kampus-kampus Indonesia seperti UI atau di IPB. Nah, kalau nilainya kira-kira sudah memenuhi standard yg dibutuhkan mungkin Mas bisa coba langsung ujian TOEFL International. Tapi seandainya nilai TOEFL ITP masih dibawah batas yang Mas  inginkan (tapi perbedaannya hanya tipis dengan nilai yang diinginkan) maka boleh dicoba IELTS. Karena bisa saja nilai di IELTS nanti lebih baik dari TOEFL :). Yang terpenting saat akan mengikuti ujian sesungguhnya, pastikan nilai prediksi ujian sebelumnya tidak terlalu jauh dari nilai batas minimal yang dibutuhkan. Jika memang masih jauh ada baiknya kembali mengasah kemampuan  melalui buku-buku atau mengikuti preparation course.

2.  Waktu pilih IALF sebagai tempat tes/les, apa pertimbangannya? 

Waktu dulu karena waktu mendaftar ke UNSW Canberra dibutuhkan nilai IELTS/TOEFL dan harus dikirimkan ke pihak universitas segera (waktu itu kalau tidak salah waktunya hanya tersisa sekitar 2.5 bulan untuk mengirim berkas), jadi saya putuskan untuk ambil preparation course karena tidak pernah ujian IELTS sebelumnya dan belum familiar dengan bentuk soalnya :D. Daripada nanti langsung ujian dan gagal saya putuskan mengenal soal IELTS terlebih dahulu dengan mengikuti kursusdi IALF selama 2 minggu secara intensive. Alasan kenapa saya pilih IALF adalah karena lembaga ini adalah salah satu lembaga resmi yang menyelenggarakan tes IELTS, jadi saya pikir karena mereka pihak penyelenggara pastilah preparation coursenya juga bagus 😀 . Ini adalah pendapat subjektif saya saat itu.

Alasan kedua adalah karena pengajar di IALF adalah orang asing langsung yang saya yakini memiliki pengalaman mengajar yang baik. Alasan lain kenapa saya suka di IALF adalah perpustakaannya yang sangat lengkap, disela-sela kursus kami bisa pinjam buku ataupun trial ujian IELTS sendiri karena ada beberapa contoh soal IELTS yang tersedia.

3. Apa bedanya dengan tes IELTS di IDP? 

Saya sempat mengikuti ujian IELTS di IDP Pondok Indah. Ceritanya dulu karena waktu deadline pengumpulan nilai IELTS sudah sangat dekat, maka sebelum nilai IELTS pertama saya yang di IALF keluar saya langsung ujian lagi di IDP untuk jaga-jaga. Sebenarnya waktu itu akan ujian di IALF lagi namun peserta di IALF sudah penuh, sehingga jika mendaftarnya terlalu dekat dengan waktu ujian biasanya sudah tidak mendapat slot untuk ujian (untuk itu pastikan bertanya/menelfon terlebih dahulu untuk mengetahui apakah masih terdapat slot yang tersedia). Akhirnya saya memutuskan ujian di IDP karena IDP memiliki cabang yang lumayan banyak di Indonesia. Hal ini menyebabkan peserta ujiannya akan lebih tersebar dan peluang untuk mendapat slot untuk ujian lebih besar.

4.  Tau ga hubungan IDP dan IALF? Apakah mereka sederajat seperit halnya Nokia dan Samsung?

Hubungan IDP dan IALF setahu saya sederajat dalam hal penyelenggara ujian IELTS. Artinya baik ujian IELTS di IDP maupun di IALF sama2 diakui secara international. Perbedaannya adalah selain menyediakan fasilitas kursus dan ujian IELTS, IDP juga melayani jasa konsultasi pemilihan jurusan dsb. Sedangkan IALF terbatas pada pengajaran dan menyelenggara ujian saja. (Mohon maaf jika kurang tepat, silakan dibenarkan atau ditambahkan :))

5. Ada yang bilang terdapat kursus untuk after hours (buat karyawan) sekitar sebulan. Apakah total waktunya dengan yang Anda  jalani (14 hari) itu sama (dalam arti total waktu belajar dan biaya), sehingga bisa dikatakan yang satu dipadatkan, yang satu dicicil?

Ya benar Mas, total waktunya saya rasa sama, tapi karena setiap hari lebih pendek jadi yang harusnya selesai 14 hari jadi dibutuhkan waktu lebih lama sekitar sebulan. Artinya benar satu dipadatkan, dan yang satu dicicil. Keduanya sama2 total 50 jam.

6. Untuk yang after hours tahu tidak jam berapa biasanya pembelajaran dimulai dan diakhiri? Apakah setiap hari masuk (weekend ga libur)?

Senin-Jumat dimulai jam 5-7 atau jam 7-9.
Lengkapnya untuk jadwal silakan merujuk ke situs resminya Mas : http://www.ialf.edu/academicenglish.html#JKTIELTSPrep

7. Ada kuota minimal sekian siswa supaya pembelajaran bisa dimulai?

Ada Mas, saya lupa minimalnya.  Tapi nanti waktu mendaftar mereka biasanya akan bilang  kapan kursus bisa berjalan (biasanya menunggu hingga beberapa orang sudah terkumpul sehingga kursus bisa diselenggarakan) . Tapi klo di IALF biasanya ada terus Mas, karena banyak yang ikut preparation course di sana.

8. Biasanya kapan kursus dimulai, apakah awal bulan, tengah bulan, akhir bulan, atau ada tanggal keramat tiap bulannya (lol)?

Kalau waktu kursus dimulai tergantung ada tidaknya siswa yang mendaftar untuk kursus. Kalau sudah terkumpul beberapa siswa yang kira-kira cukup memenuhi kuota baru kursus bisa dimulai. Mohon dicheck lagi ke kantor resminya karena ini hanya sebatas pengetahuan saya :).

9. Pertanyaan terakhir yang mendasar: Seberapa besar pengaruh belajar di lembaga semacam IALF (atau IDP – jika keduanya sama) dalam hal peningkatan nilai IELTS? Anda kan pernah sekian tahun di luar sebelum les di situ. Kalo saya ga pernah tinggal di luar dan sehari-hari jarang berbicara English. 😀

Hehe, sejujurnya bahasa Inggris saya juga pas-pasan Mas :P. Karena kalaupun tinggal di luar saya tinggal di negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Saya dan keluarga tinggal di Jerman selama kurang lebih 6 tahun (ayah, ibu dan kakak lebih lama sekitar 8 tahun). Tapi selama itu pun saya tidak mengenal bahasa Inggris.  Saya baru mulai belajar  bahasa Inggris saat SMP. Saat itupun  fondasi grammar saya belum begitu bagus karena hanya mengandalkan pengajaran  alakadarnya di sekolah dan kursus2 yang terbatas pada subject-subject tertentu.

Kesimpulannya bagi saya pengaruh belajar di IALF sangat besar. Pertama karena saya lebih familiar dengan  bentuk ujiannya, kedua karena saya tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk mencapai nilai yang saya targetkan. Menurut pengalaman saya, guru-gurunya sangat bagus di preparation course Mas, termasuk saat mengajar mereka memberi tahu point-point apa saja yang dinilai saat ujian IELTS dan hal-hal yang bisa menjatuhkan nilai IELTS. Saya juga sering meminjam buku perpus di sana. Intinya untuk saya saat itu mengikuti preparation course sangat membantu! Semoga demikian pula untuk Mas. 🙂

Demikian, mudah2an bisa menjawab beberapa pertanyaan seputar IELTS dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaian informasi.

Sukses bagi teman-teman yang akan melaksanakan ujian ya :)!

There are no secrets to success. It is the result of preparation, hard work, and learning from failure  (Colin Powell) .

Good luck,

Medria

Postgraduate Student UNSW Canberra

School of Engineering and Information Technology

Advertisements
    • nanna
    • February 2nd, 2013

    mas mau tanya, ielts nya berapa waktu les di ialf? thank

  1. Really thanks for the info..

    Nice quote from Collin powell.. 🙂

    • No worries, my pleasure. Thanks for visiting the blog. 🙂

  2. i have never taken any english test before,,but i have planning to take the test in the near future,,
    what do u think?is it a good idea?
    thanks,

    • Hi Isa, thanks for the comment :). I think it’s a good starting point to do a prediction test. This is to predict how good our English language skills are. Then if you think the score is adequate for reaching the target, go ahead and do the real test. If it is not, then we can improve our English Skills by doing more exercises from TOELF/IELTS books or by joining a preparation course. Good luck for the test :)!

  3. permisi numpang nanya 😀

    kalau ujiannya di UI itu diakui internasional gk? apa hanya sebagai sarana pelatihan saja? karena di UI ada juga menyediakan tes Toefl/ielts..terimakash

    • Hi winnymarch. UI menyediakan TOEFL ITP (Institutional Testing Program) yang (setahu saya) terbatas diakui pada institusi2 tertentu (umumnya hanya diakui di dalam negeri dan diakui oleh beberapa lembaga penyelenggara beasiswa seperti Australian Development Scholarship) (Informasi lengkapnya silakan merujuk ke link http://www.lbifib.ui.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=38:toefl-tests-at-lbi-fib-ui&catid=1). Sedangkan jenis2 TOEFL yang diakui internasional diantaranya TOEFL – Internet-based Test (iBT) serta TOEFL – Paper-based Test (PBT). Untuk lebih pastinya, bisa dilihat di English Language Requirements pada universitas yang dituju. Di kampus saya UNSW, contohnya, English Requirements yang diakui diantaranya IELTS, TOEFL iBT dan TOEFL PBT. Untuk Test TOEFL iBT yang diakui international bisa dilakukan di IIEF Jakarta. Untuk linknya silakan lihat di sini: http://www.iief.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=140&Itemid=312&lang=en. Demikian mhn maaf jika ada kesalahan dari informasi yg saya sampaikan, semoga membantu. 🙂

      • Terimakasih medri, saya mau coba erasmus soalnya

      • Sama2, good luck untuk Erasmus-nya :)!

    • nadia
    • January 29th, 2014

    Mba saya mau tanya, ada bedanya ga dari kedua test ielts ditempat yang berbeda? misalnya idp di listenig aksennya lebih ke australi atau apa, terus dari readingnya, ya overall tingkat kesulitannya, bagaimana?. Terima kasih infonya..

    • nila
    • March 4th, 2014

    halo mba aku mau nanya dong. aku juga mau test ielts nih. tapi karena sebelumnya belum pernah test ielts aku mau preparation dulu di idp. tapi setelah tanya tanya dia bilang preparationnya seminggu. nah aku agak ragu itu cukup tidak ya. saya takutnya belum paham betul kalau hanya seminggu.

    • nila
    • March 4th, 2014

    halo mba medri,

    kebetulan aku harus submit nilai ielts april ini. menurut mba kalo ikut preparation idp itu yang seminggu cukup tidak yah? saya belom pernah ikut test ini sebelumnya.

    • sarrisa pelnia ulfha
    • April 15th, 2014

    kalau saya menerima beasiswa di universitas di eropa/asia apakah hasil ILETS yang diselenggarakan di IDP atau IALF akan diterima di universitas dinegara tersebut?

  4. Hallo Mbak… Apa kabar? Semoga baik ya. Aamiin.

    Mbak, berhubung Mbak kuliah di Australia, saya mau tanya sesuatu. Untuk Master of Telecommunication Engineering, manakah universitas yang lebih bagus antara:
    University of Melbourne, University of New South Wales, Australian National University, dan University of Sydney.

    Jawabnya sesuai fakta ya Mbak… Jangan karena Mbak kuliah di UNSW, Mbak jadi ngebelain UNSW. Hhe…

    Eh Mbak, kalo ngga ngerepotin, balesnya langsung ke email aku aja gmn?
    sitiagel@gmail.com
    Biar bisa langsung korespondesi sama Mbak.. soalnya aku punya bbrp pertanyaan ttg kuliah di Ausie.

    Makasih loh Mbak.. Salam kenal. 🙂

    • Tri Yuniasari
    • January 17th, 2015

    Hi,,,

    Saya sedang mencari kursus IELTS yang singkat,dari dulu saya ingin memperdalam IELTS tapi saya tidak punya waktu banyak.seperti kursus bulanan. berhubung saya kerja 35 hari dan of 16 hari, apakah IALF punya program intensive 2 minggu di tahun ini (2015), kalau ada saya akan segera mendaftar..
    mohon infonya..n contact personnya.

  5. kalau misalnya IELTS yang di British Council itu gimana ya?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: