My first Journey with Kenzou

Saya melingkari angka 7 di kalender yang terletak tepat di atas meja belajar yang terbuat dari kayu teak wood. Sebuah lingkaran merah sempurna dengan tulisan “a historical day =)”. Bukan saja karena hari ini saya berhasil menahan imbang ayah untuk pertama kalinya dalam sejarah perhelatan pingpong dengannya , tapi juga karena ini adalah hari kedatangan “Kenzou”. Oh ya biar saya perkenalkan teman baru ini, seorang kawan yang akan menemani dan menjadi saksi hidup perjalanan saya dalam beberapa dekade kedepan. Seorang pengingat, penghibur, sekaligus pembelajar. Saya kenal kenzou dari majalah yang saya beli pada awal bulan Februari 2010. Salah satu majalah remaja yang terkesan ditujukan untuk kaum hawa namun membawa pesan luar biasa untuk keselamatan lingkungan dan kaya akan ranah informasi. Majalah tersebut mengangkat setiap issue yang sangat menarik, dan ini adalah satu dari isu yang paling menarik perhatian saya sepanjang awal tahun 2010, Art and Photography Issue.

Baiklah sudah bisa ditebak Kenzou adalah kamera DSLR dengan harga cukup terjangkau, jika tidak ingin dikatakan sebagai kamera Digital SLR dengan harga nyaris termurah. Murah?relatif. untuk mantan mahasiswa seperti saya yang belum memiliki penghasilan tetap tentu ini tidak bisa dikategorikan murah. Maka dengan modal alakadarnya yang saya dapat dari pengerjaan website yang menguras hampir setengah tenaga untuk salah satu instansi pemerintah serta kerja tambahan yang nanti akan saya lakukan di awal bulan ini, saya nekat memesan Kenzou dari kawan terdekat yang kebetulan menjual barang-barang komputer dan beberapa alat elektronik. Beruntung saya bisa ikut memesan kamera di sana, mengingat harga yang mereka tawarkan bisa membantu saya untuk menabung lebih banyak dan juga menjaga agar dompet saya tidak terkesan terlalu tragis he2. Setidaknya diskon yang mereka berikan bisa mencapai 8% lebih murah dari harga di toko elektronik lainnya. Lumayan bukan?Oke lebih spesifik, Kenzou adalah sebutan yang saya berikan untuk Digital SLR Canon EOS 1000 D. Sebuah kamera yang terbuat dari plastik khusus dan dilapisi karet di bagian tertentu. Casing kamera ini terbuat dari steinless steel bewarna hitam dan silver.

Mengapa saya memberinya nama “Kenzou”?

Baiklah bagian ini tentu tidak terlalu penting, silakan Anda skip jika anda ingin melakukan skimming cepat mengenai spesifikasi kamera ini. Ini hanya sebuah nama yang saya harap bisa memberi energi positif agar saya kelak merawat benda ini dengan baik seperti seorang anak yang menjadi teman akrab dengan anjing peliharaannya. He2. Syllable “Ken” saya ambil dari cara membaca CAN (read:Ken)-NON, sedangkan kata “Zou” saya ambil dari kata Zooming yang menandakan bahwa dengan kamera ini nantinya saya akan mempelajari sebuah teknik untuk melakukan zooming secara manual. Penambahan huruf ‘u’ pada ‘Zo’ saya lakukan agar kamera ini mengusung citra nama dari daerah Asia. Kenzou juga adalah nama salah satu tokoh di film Proposal Daisakusen yang sangat menginspirasi saya untuk terus berlari mengejar mimpi. Tokoh ini kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya di masa lampau dengan memasuki setiap slide foto yang ditampilkan di hari pernikahan sahabatnya. Salah satu film dorama Jepang terbaik sepanjang masa menurut saya. Semoga nantinya sifat ini menurun kepada saya agar memiliki semangat untuk  terus berjuang sepertinya :).  Begitulah, dan itu alasan mengapa saya menamai benda hitam berlensa fokus ini sebagai “Kenzou”.

Apa spesifikasi Canon EOS 1000D?

Saya bukan ahli fotografi, namun informasi singkat dibawah ini mungkin akan membantu Anda dalam mengenal dengan cepat kamera seri ini. Canon EOS 1000D memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Megapixel : 10.1

Processor: DIGIC III

ISO Range: L 100-1600

Dimensions : 126.1 x 61.9 mm

Weight : 450 g Video:

Rp. 4.694.000 (include lens EFS 18-55mm)

(Source gogirl magazine 61/February 2010)

Mudah2an kelak saya bisa terus memberi informasi tambahan mengenai keunggulan seri ini selama proses perjalanan saya bersama Kenzou. 😀

My first shot

photographed by Medria Hardhienata
Theme : Limits of Authority
“between what you see and the deathly horse pawn”

Yup. It’s my first shot. Not a professional nor the best one. Foto dengan pelajaran pertama “Changing the Depth of Field” by setting the Mode Dial to Aperture-priority. Jauh dari sempurna. Pengambilan khas seorang amatir, tapi foto ini saya pajang untuk mengingatkan akan pengambilan gambar pertama saya, seorang pemula yang mencintai dan akan mempelajari seni photografi. Benar untuk mencintai seni, Anda toh tidak harus langsung menjadi professional kan?. Bisa menikmati senipun sudah merupakan anugerah untuk mencintai keindahan cipta Tuhan …

Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang juga mencintai fotografi dan bisa menjadi referensi singkat bagi kawan-kawan yang akan membeli Digital SLR … 🙂

Salam ,

Medria Hardhienata.

Advertisements
    • rafdi
    • May 9th, 2010

    halo2 ada orang…. kameranya bagus yak

    • halo bro, ^^v..

      Oh alhamdulillah raf, lumayan euy buat belajar2 teknik fotografi :9…maklum cuy msah pemula ho2…^^

      kapan2 raf makan bareng ma anak2 lagi yuuk sekalian foto2 candid seru tuh wkwk XD!

  1. parrrahhh..mupeng parah saya!!
    gile medro udah kebeli aja ^^b

    • hi,Dede…:D! iya de, alhamdulillah kebeli tp tabungan jadi ludes ho2, gpplah demi sebuah ilmu…=9 he2..ini jg pengen nabung lagi buat beli lensa jauh, tp kapan2 kalo ada rejeki, semangat de 😀

  2. hahhaha…diskon 8% ,,,,,ikut senang,,,tapi gw blm lo photo………….

    • ^^ bole2. tp foto2 gw masih amatir nid, better ask a help for a professional photographer, lebih mantaps tuw…

    • fahmi.yasha
    • June 4th, 2010

    like this very much…^^ kapan2 bisa di sandingkan ama kenni nieh..sayang si kenni blom nemuin pasangan yang pas..pas dikantong maksudnya..ha..ha..tunggula 2-3 bulan lagi..^^ nice post gan…

    • wah, kenalan donk sama kenni Mi :), “Hallo kenni, nice to know u!”
      Thank you fahmi for visitng my site :D!

  3. kunjungan gan.,.
    bagi” motivasi.,.
    Saat harapan mu belum terwujud maka jaganlah kamu berhenti berharap dan teruslah berusaha.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: