Wordcamp 2010 : The Journey (Chapter-4 )

We’re Not Alone

08.40 AM

Aku memperhatikan jam dinding di ruang tempat kami melakukan breakfast. Jarum panjang itu  berada sekitar 120 derajat dari angka 12. Dua puluh menit lagi acara dimulai.  Kami pun memasuki Auditorium  tempat acara akbar itu diselenggarakan.  Singkat cerita, kami kemudian berpisah dengan Amin karena acara sebentar lagi akan dimulai dan anak itu harus ujian dengan modal yang sama dengan modalku mengikuti acara ini , ya benar modal kami hanya modal NEKAD. 😀 Bagi yang belum tahu Wordcamp adalah pertemuan akbar para penggemar dan pengembang WordPress, open-source blog engine yang sampai sekarang digunakan lebih dari 202 juta pengguna di dunia. Di Indonesia sendiri acara ini baru diadakan 2 kali dan ini adalah kali kedua Wordcamp diadakan di negeri yang menganut sistem repulik presidensil ini.

Suatu fenomena yang menarik dari acara ini adalah  banyaknya peserta yang rela datang dari tempat yang terbilang cukup jauh. Kami kemudian mengenal Simon, seorang developer web dari negeri jiran  Malaysia. Orang yang hebat pikirku. Ia mengikuti setiap detik acara dengan antusias dan banyak menanyakan hal yang berhubungan dengan DNS (Domain Name System). Mungkin suatu saat ia bisa menjadi salah satu pembicara dalam ajang serupa. 😀

Selain Simon kami juga bertemu seorang jurnalis muda bernama Tika Widyaningtyas yang rela terbang dari Surabaya hanya untuk mengikuti acara ini. Seorang dokter bernama Gina Apriani bersama kedua rekannya juga hadir saat itu dan duduk persis di belakang baris tempat  kami duduk.  Lucu sekali jika mengingat bahwa hampir semua orang baru yang kami temui di tempat ini  rata-rata selalu menanyakan pertanyaan yang sama kepada kami. “Boleh minta kartu namanya?” begitu kira-kira pertanyaan yang terlontar dan aku bersama Saad hanya bisa tersenyum-senyum sendiri karena kami tidak memiliki kartu nama. So here’s lesson number one : Next time when you’re attending an international event, bring a name card to show your identity! :D. Haha.

Sama halnya saat kami akan mengikuti door prize, seorang panitia mendekati kami dengan sebuah fishbowl box kosong dan meminta kartu nama sebagai tanda pengenal untuk memudahkan pengundian. Dengan slogan “Don’t you love when you win a bet” kami tetap bersikukuh mengikuti doorprize dengan mencantumkan nama kami pada sebuah kertas lusuh dengan sebuah nama sebagai pengganti kartu nama. Aku rasa melihatnya saja sudah membuat panitia malas mengambil kertas itu sebagai pemenang. Hehe :D.

Selain di Indonesia acara Wordcamp yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari juga diselenggarakan secara bersamaan di kota Thessaloniki, Yunani (Wordcamp Greece). “So we are not alone right know” seru salah satu pembicara di acara ini. Yes we are not alone, and knowing that many people are attending such a great event like this, in the same time,  in another part of the world, is fabulous!! 😀 pikirku.

Next Upcoming Chapter : Code is Poetry

Advertisements
  1. Allowww cewek smart…..bikin iri ajah masih muda udak tokcer tulis2…he……senang bgt bisa belajar byk dr kmu medri…sukses yah dengan beasiswanya….

    • wogh :”> makasih kak Gina, tp masih kalah tokcer sama bu Dokter nih hehe….
      Kalo jadi ambil sekolah di luar kabar2in ya kak, smoga sukses juga buat Kak Gina dan keluarga, semoga kelak bisa bertemu kembali ya :D!…

      cheers,
      Medria Hardhienata

  1. February 3rd, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: