They Call Her, Anita Borg…

19 Januari 2010

Jarum panjang yang menunjukkan detik itu terus berputar. Meski suasana dalam ruangan itu cukup ramai namun detakan jam di dinding putih itu masih sayup-sayup terdengar di telingaku. Sudah hampir 3 jam dan jari-jari tanganku hampir terasa kaku akibat lama menunggu. Untunglah sebuah modem putih yang tidak pernah luput dari tas putih yang kini telah lusuh itu selalu siap membawaku tenggelam dalam dunia maya. Untuk hal yang satu ini aku memang mengakui bahwa teknologi berperan besar dalam menghilangkan rasa jenuh.

Aku duduk di sudut ruangan besar yang hanya terpisahkan oleh sebuah sekat lemari kecil. Laptop hitam yang telah menemaniku selama hampir 4 tahun itu tampak menyala dan beberapa detik kemudian seperti biasa jari-jariku sudah sibuk menekan-nekan benda yang orang bilang mirip seperti tikus  terbalik itu ^^. Seperti sebuah ritual yang hampir setiap hari kujalani, YM – Facebook -Goggle –Mutiply adalah rute wajib yang selalu terlalui. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali ini aku banyak menghabiskan waktu untuk mencari-cari link beasiswa dari Goggle Search yang dibuka untuk periode 2010/2011. Ini sudah hampir halaman ke 20 dan belum ada situs yang menarik perhatianku hingga akhirnya aku terhenti pada sebuah halaman berjudul “The 2010 Goggle Anita Borg Memorial Scholarship…

Anita Borg??? I’ve heard that name before…Let me guess, 7 ,14  days ago,,,”Oh I know her! I’ve read about her in magazine 2 weeks ago..”


Aku pernah sekilas membaca kisah wanita ini dalam sebuah majalah yang gencar mengkampanyekan green action, “Gogirl”, edisi Januari. Anita Borg adalah seorang ilmuwan wanita dalam bidang ilmu komputer yang gigih memajukan peran kaum perempuan di bidang teknologi. Salah satu wanita yang paling berperan besar dalam ilmu komputer selain Grace Hopper, wanita penemu istilah bug atau error. Pikiranku tiba-tiba melayang memasuki sebuah ruangan besar yang dapat menampung sekitar 300 ratus orang lebih itu. Ruangan yang sering menjadi pusat pergelakan suatu acara akbar di kampusku, Toyyip IPB Bogor.

Jika aku tidak salah mengingat hari itu adalah tanggal 5 Desember 2009. Sebuah layar besar terpangpang di depan ruangan megah itu dengan sebuah tulisan “IT Today dan Temu Alumni 2009”. Kursi-kursi sudah rapih tertata di depan panggung yang sudah berdiri sekian tahun itu. Entah karena beberapa alasan ataupun karena  belum sempat menerima kabar, sayang sekali teman-teman seangkatanku banyak yang tidak berkesempatan hadir. Mungkin karena keterbatasan teman-teman yang datang dari angkatanku, salah satu panitia kemudian datang menghampiri dan meminta kesedianku untuk duduk di salah satu kursi di depan panggung. “Ka, mau ga ka sharing pengalaman buat ade-ade kelas..”pintanya. Aku terdiam sesaat dan berfikir “Me?I havent done anything to be proud of” . Aku terdiam. Entah karena aku tak tau harus merespon apa lagi kepadanya,  kepala ini rasanya begitu mudah terangguk. Ya aku mengangguk, sebuah pernyataan yang berarti bahwa aku menerima tawaran itu. Meski sempat ragu karena belum merasa memiliki cukup pengalaman untuk berbagi, namun jika diskusi ini bisa membawa kebaikan untuk peserta yang hadir saat itu, sepertinya berbagi pengalaman dari masing-masing angkatan merupakan pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

Singkat kata diskusi itupun mengalir begitu cepat, dan aku menikmati setiap kisah yang mengalir dari pembicara yang berasal dari setiap angkatan dari departemen yang telah menjadi tempat aku bernaung selama hampir 4 tahun itu. Di kursi itu juga duduk salah seorang Dosen Ilmu Komputer IPB kami, Bapak Firman Ardiansyah. Satu jam telah berlalu dan sang Moderator mengambil mic yang ia letakkan di atas meja, “Yak, satu pertanyaan terakhir sebelum kita mengakhiri sesi ini.” Seorang wanita berjilbab putih berkacama  tampak dengan antusisas mengangkat tangan untuk mengajukan sebuah pertanyaaan. “Iya, mbak yang di sana silakan..”sambut sang moderator. Wanita itu kemudian berjalan mendekati mic dan berdiri   sekitar 1,5 meter dari panggung tempat kami duduk. “Iya mungkin pertanyaan ini saya tujukan untuk Kak Medri..” ucapnya. “Karena kak Medri satu-satunya wanita yang duduk di disana” lanjut wanita itu. Aku terdiam setengah ragu dan memandang sekelilingku. Ia benar aku baru tersadar saat itu bahwa orang-orang yang duduk di sampingku saat itu semuanya adalah pria. Aku memang tidak memungkiri bahwa ilmu komputer sangat erat dengan dunia kaum adam. Pria memang unggul dalam masalah logika. Setidaknya itu hasil penelitan dari para ahli yang telah melakukan penelitian selama bertahun-tahun. Logika, logic. Sebuah kemampuan yang menjadi syarat wajib dalam bidang ilmu yang membuat teknologi mengalir bak kacang goreng yang hampir selalu laris terjual  ini.

Man is known with its ability in logic whereas woman rely solely on feelings.

Wanita itu kemudian menambahkan, “Ka, gimana ya caranya supaya kita sebagai wanita bisa survive di ilmu komputer,  kadang saya merasa terjebak karena harus berkutat dengan koding-koding yang memusingkan… wanita kan beda sama pria yang bisa berkutat berjam-jam di depan komputer..Apa ya kak yang harus kita lakukan?”kurang lebih seperti itu  pertanyaan yang terlontarkan. Aku juga tidak ingat persis bagaimana pertanyaannya, namun ingat sebagian besar intinya.

Aku sempat terdiam untuk berfikir jawaban apa yang harus aku berikan untuk memberikan kata-kata yang dapat memacu motivasinya.  Mungkin berbeda dari wanita yang memiliki jiwa lemah lembut dan piawai dalam urusan rumah tangga, aku memang kadang ingin bereksperimen lebih hehe. Dari kecil aku memang terkenal tomboy baik dikeluargaku maupun di lingkungan teman-temanku.  Aku menjadi tomboy bukan tanpa alasan. Sejak kecil ayah sering memintaku untuk menemaninya menonton pertandingan bola yang diikuti oleh kakakku. Waktu kecil kakak memang tergabung dalam sekolah sepak bola di kota kecil tempat kami tinggal. Aku hampir tidak pernah luput untuk menemani papa menonton pertandingan yang diikuti kakak. Selain sepak bola,  ayah dan kakakku secara tidak langsung juga menularkan  kebiasaan mereka berkutat dengan komputer selama berjam-jam. Ayah memang mengambil studi dalam bidang ini saat S3. Dan Kakakku seperti yang aku ulas dalam artikel blog sebelumnya, adalah seseorang yang bahkan bergantung pada komputer seperti ketergantungan seorang pasien hipoksia akan cairan dan oksigen! Namun seiring dengan bertambahnya usiaku, aku mulai menyadari betapa menjadi wanita adalah sesuatu anugerah dari Tuhan yang sangat mulia. Mereka mengandung, melahirkan seorang anak, mengasuhnya, dan diwaktu bersamaan harus mengurus suami dan anaknya. Aku mulai merubah caraku berpakaian, sedikit demi sedikit mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan rumah tangga, memasak, dan aku sangat menikmatinya! =) Meskipun sepatu kets yang menjadi senjata andalanku masih tergantung rapi hingga saat ini. Hihihi untuk urusan yang satu ini aku memang belum bisa benar-benar lepas, sepatu kets memang sepatu yang paling nyaman di dunia pikirku. Dan aku pun bisa merasakan kegalauan yang dirasakan wanita yang menanti jawaban dariku itu. Bagaimana saat nanti sudah memasuki dunia kerja, mengurus anak, mengurus suami seorang wanita bisa terus berkutat dengan mesin ini hingga terkadang harus rela bergadang jika ada permasalahan yang entah bagaimana menuliskannya ke dalam bahasa pemrograman. Sebuah permasalahan klasik bagi orang-orang ilmu komputer.

Disinilah aku menyesal karena pada saat itu aku belum membaca kisah wanita-wanita hebat yang berjuang memajukan ilmu komputer. Bagi yang masih asing mendengar namanya, kuperkenalkan seorang wanita luar biasa bernama Grace Hopper. Melalui pemikirannya bahwa bahasa pemrograman harus mudah dimengerti manusia, Grace adalah wanita yang mengerjakan compiler pertama di dunia. ( FYI, compiler adalah sejenis software untuk menerjemahkan kode program menjadi bahasa yang dimengerti oleh komputer).   Grace yang mencintai ilmu komputer sejak usia 17 tahun ini adalah wanita yang ditugaskan dalam proyek komputerisasi di Universitas Harvard. Bersama dengan  sang ketua, Howard H. Aiken, ia mengembangkan sistem dalam komputer elektromekanis pertama di dunia yang dikenal dengan “The Automatic Sequence Controlled Calculator in MARK 1 Computer”. Atas jasanya, Grace mendapat penghargaan dengan salah satu julukannya yang sangat terkenal, “The Amazing Grace”.

Sepeninggal Grace di tahun 1992,  Anita Borg muncul dengan pemikiran briliannya untuk menerobos pembatas bahwa wanita merupakan kaum minoritas dalam mendalami bidang ilmu komputer dan teknologi. Ia adalah pemrakarsa Grace Hopper Celebration of Women in Computing dan di tahun 1997  dan mendirikan sebuah institute bernama the Institute for Women and Technology. Tahun 1999, Presiden Clinton menugasi Borg untuk meningkatkan partisipasi wanita dengan menangani Presidential Commission on the Advancement of Women and Minorities in Science, Engineering, and Technology. Tahun-tahun berikutnya diikuti dengan penghargaan yang terus mengalir deras atas jasa wanita yang gigih memperjuangkan kaum perempuan dalam bidang teknologi ini. Anita Borg menutup usia di umur 54 tahun akibat kanker otak yang dideritanya. Meski kepergiannya dirasa begitu cepat oleh banyak kalangan namun semangat wanita ini  tak pernah redup hingga kini. Sebagai bentuk penghargaan terhadap visi Anita, Google membentuk sebuah ajang beasiswa 2010 Google Anita Borg Memorial Scholarship For First Years.  Melalui beasiswa ini Google berharap agar pelajar wanita dapat terus meraih mimpinya dalam menekuni bidang Ilmu Komputer. Pemenang Goggle Anita Borg Memorial ScholarShip for First Year akan mendapatkan hadiah berupa  $10,000 untuk tahun ajaran 2010-2011 dan diundang secara hormat dalam Goggle FUSE networking retreat di musim panas 2011.  Wow, suatu kehormatan yang luar biasa, bukan?:) Sayang sekali beasiswa ini mungkin belum banyak diikuti oleh pelajar Asia atau bahkan belum banyak merambah ke wilayah Asia.  Namun siapa tahu di negeri ini nantinya muncul seorang penerus Anita Borg yang bisa  membuka peluang beasiswa untuk memperjuangkan wanita  Indonesia yang ingin melajutkan studi di bidang Ilmu komputer. Semoga saja. =)

Pikiranku terus melayang mundur memasuki ruang dimana seorang wanita muda berkacamata itu menunggu sebuah jawaban dariku. Tidak banyak yang bisa kukatakan dan entah jawaban apa yang terlontar olehku saat itu. Yang pasti dulu, saat itu, dan kini pesan yang ingin aku sampaikan tetap sama. Kalau kamu punya mimpi, kejarlah. Lari sejauh yang kamu bisa. Seandainya aku bisa mengulang waktu, memutar jarum jam dan melekatkan kembali serpihan kalender yang sudah terobek hingga kembali ke tanggal 5 Desember 2009, ingin rasanya aku menceritakan tentang kisah Grace dan Borg kepadanya.  Wanita-wanita luar biasa yang mengabdikan diri mereka untuk perkembangan ilmu komputer.

Semoga semua ini belum terlambat.

I wish the very best for all woman in the world who love computer science, never stop to try, u girls are born brilliant, =).

Every time  u lose your faith to learn about it, please remember what this brilliant woman has done. She devoted her life  and known by the entire world right after The Amazing Grace. They Call her, Anita Borg….

­

written by Medri “Matt” Hardhienata

A student of Computer Science IPB


Advertisements
    • rafdi
    • January 25th, 2010

    wedew.. panjang benerr…

    maasa sih yang buat compiler pertama tuh cewe @_@.. Hebat bener..
    Lah trus cowoknya pada kemana aja hehehe?

    link blog gwa med

    • hahaha, iya raf Compiler A dibuat oleh seorang wanita…mantep yak! cewe tuh raf hahahaha..(^^)v Peace

      • blog loe dah gw link bos, di list friends of mine dah dari tadi pagi hahaha…

  1. ckckck…keren…ikut beasiswanya med!?hehe…
    nice post, kayak novel uy…. 😀

    • wah makasiiih Saad,hehe Ga nih, soalnya sepertinya citizennya baru terbatas untuk Eropa, Amerika,Middle East, Afrika, Australia dan wilayah New Zeland >.< semoga kapan2 bisa dibuka di Asia ya…*berharap* 😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: